Jika kamu bekerja di divisi finance, pasti tidak akan asing dengan keberadaan cash flow. Namun jika kamu baru saja belajar tentang keuangan, maka artikel ini cocok buatmu memahami apa sih cash flow itu!
Apa Itu Cash Flow?
Pada dasarnya, cash flow adalah nama lain dari laporan arus kas.
Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang digunakan untuk melacak setiap pemasukan maupun pengeluaran supaya dapat dianalisis kedepannya. Cash flow ini tidak melulu untuk keperluan bisnis saja, tetapi juga dapat diterapkan pada pencatatan keuangan pribadi.
Cash inflow adalah sebutan untuk uang yang masuk ke laporan. Cash outflow adalah sebutan untuk uang yang keluar.
Cash inflow alias uang masuk ini dapat diperoleh dari gaji, laba usaha, hasil freelance, THR, bonus atau bahkan hasil investasi maupun reksadana.
Misalkan kamu bekerja dengan menciptakan karya tulis buku maupun musik, nantinya pasti mendapatkan royalti. Nah, royalti tersebut dapat termasuk pada pemasukan pasif.
Sementara itu, cash outflow alias uang keluar tentunya merupakan pengeluaran yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
Misalnya kebutuhan pokok sehari-hari, membeli paket internet, kebutuhan transportasi, membayar pajak, membayar air, membayar listrik, menggaji karyawan, melunasi cicilan, biaya pendidikan, KPR, dan bahkan hiburan nongkrong di cafe maupun checkout di e-commerce.
Hal yang harus dipahami tentang cash flow ini adalah jika besaran uang masuk lebih besar dibandingkan uang keluar, maka laporan keuangan tersebut menunjukkan arus yang positif.
Namun sebaliknya, jika ternyata uang pengeluaran justru yang lebih besar dari uang masuk, maka arus kas menjadi negatif.
Manfaat Mengatur Cash Flow
Ada banyak manfaat mengapa kamu harus mengatur cash flow alias laporan keuangan sebaik-baiknya, yakni:
- Bagi pelaku bisnis, cash flow ini dapat bermanfaat untuk memperhitungkan jumlah dan tempat dana perusahaan mengalami kemacetan. Jadi, kedepannya dapat diperbaiki kendalanya.
- Untuk melihat potensi kenaikan kas perusahaan supaya nantinya dapat mengalokasikan dana secara tepat, baik itu dana darurat, investasi, maupun simpanan lainnya.
- Sebagai acuan saat hendak menciptakan kebijakan baru dalam sebuah perusahaan, khususnya jika berkaitan dengan sistem pembayaran dengan klien.
- Supaya kinerja perusahaan berjalan efektif.
Baca Juga: Cara Mudah Menghitung ROI dari Laporan Keuangan
3 Jenis Cash Flow
Sebelum mengatur bagaimana cash flow alias laporan arus kas ini, kamu harus memahami terlebih dahulu apa saja jenis-jenisnya.
1. Cash Flow Koperasi
Jenis pertama yakni laporan arus kas operasi yang berfokus pada kas bersih.
Kas bersih ini diperoleh dari hasil bisnis secara normal pada sebuah perusahaan.
Biasanya, cash flow jenis ini sangat dibutuhkan supaya bisnis perusahaan dapat berkembang secara aktif.
2. Cash Flow Investasi
Jenis ini mengacu pada aktivitas investasi dari suatu perusahaan. Bentuk investasinya beragam seperti sekuritas, properti, maupun aset.
Jadi, apabila perusahaan tersebut sehat maka aktivitas investasi juga akan lancar.
3. Cash Flow Pembiayaan
Jenis ini mengacu pada kas bergerak khususnya pada perusahaan, pemilik usaha, investor, bahkan hingga kreditur.
Keberadaan kas bersih akan mudah didapatkan demi membiayai perusahaan maupun membayar utang, dividen, dan ekuitas.
Cara Mengatur Cash Flow Untuk Bisnis
- Buat catatan pengeluaran dan pemasukan perusahaan secara cermat.
- Hitung kenaikan maupun penurunan kas.
- Pisahkan antara kas khusus dan kas operasional.
- Hitung dan laporkan kas bersih khususnya pada aktivitas investasi.
- Buat laporan khusus untuk kas aktivitas pendanaan dalam jangka panjang seperti hutang.
- Jumlahkan seluruh pengeluaran dan pemasukan kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan.
Nah, investasi jelas sangat memberikan keuntungan khususnya sebagai pemasukan bisnis maupun pribadi. Investasi itu ada berbagai macam produknya seperti saham, reksadana, hingga sukuk.
Kamu dapat menanamkan modal pada saham maupun reksadana melalui InvestasiKu. Jangan khawatir akan investasi bodong karena InvestasiKu ini dijamin oleh OJK.