Mengingat saat ini segala kegiatan sudah berbasis digital, maka tentu saja bisnis pun demikian halnya. Bisnis digital akan selalu mengandalkan hal-hal digital yang dijangkau melalui jaringan internet. Misalnya situs web, aplikasi, hingga platform online.
Langkah mengembangkan bisnis digital ini juga akan sejalan dengan perkembangan teknologi, sehingga akan lebih mudah mendapatkan target pasar. Ditambah lagi, bisnis digital sudah diadopsi oleh sejumlah perusahaan ternama karena memang terbukti menguntungkan.
Fakta menariknya, seiring bertambahnya tahun ternyata jumlah pengguna internet di negara ini kian meroket. Jadi, keberadaan bisnis digital tentu saja akan membantu para pelaku bisnis maupun audiens.
Apa Itu Bisnis Digital?
Pada dasarnya, bisnis digital alias e-business adalah kegiatan bisnis yang memanfaatkan jaringan teknologi digital dalam segala aktivitasnya supaya lebih menguntungkan pelaku bisnis. Aktivitas bisnis ini berupa upaya menjangkau target pasar, memasarkan produk atau layanan bisnis, dan proses produksi.
Perlu dipahami bahwa bisnis industri apapun itu perlu memanfaatkan kemajuan teknologi supaya dapat bertahan di antara kompetitor. Bentuk bisnis digital yang paling mudah ditemui adalah e-commerce baik retail maupun grosir.
Lagipula, jika memanfaatkan jaringan digital dengan baik, justru akan lebih mudah menentukan strategi pemasaran. Katakanlah melalui sosial media maupun situs web, kamu dapat menganalisis tren pasar sekaligus memasarkannya.
Berhubung perkembangan teknologi itu tak akan pernah berhenti, maka bisnis digital harus beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang ada. Melalui pertumbuhan teknologi yang pesat, bisnis digital akan berpeluang menjangkau pasar global.
Baca Juga: 5 Manfaat Endorsement Untuk Meningkatkan Bisnismu!
5 Keuntungan Memanfaatkan Bisnis Digital
Pemasaran bisnis digital cenderung memanfaatkan akses internet, sehingga dapat menjangkau calon konsumen secara luas sampai ke daerah pelosok sekalipun. Sementara bagi konsumen yang berada di pelosok, bisnis digital juga memudahkan mereka untuk mendapatkan informasi produk atau jasa, kemudian berlanjut ke proses pembelian.
Setidaknya, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari bisnis digital:
1. Berpeluang Menjangkau Pasar yang Lebih Luas
Bisnis digital jelas menggunakan jaringan internet sehingga kegiatan pemasarannya tidak terbatas hanya 1 lokasi saja. Di sisi lain, konsumen khususnya dari daerah pelosok dapat memperoleh informasi terkait produk atau jasa yang tengah ditawarkan, tanpa batasan ruang dan waktu.
2. Skalabilitas
Keberadaan bisnis digital cenderung lebih mudah menyesuaikan dalam pertumbuhan masyarakat kapanpun dan dimanapun. Khususnya pada perubahan pasar, ukuran operasional, dan lainnya
3. Fleksibilitas dan Dinamis
Stabilnya koneksi internet justru menjadi kunci utama keberhasilan bisnis digital. Jadi, segala kegiatan bisnis digital dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, selama pelaku usaha maupun konsumen terhubung internet.
4. Inovasi Lebih Adaptif
Bisnis digital memang lebih fleksibel, khususnya dalam beradaptasi dengan perubahan pasar. Pelaku usaha dapat berinovasi dengan strategi apapun, baik itu masih tahap pengembangan, pengujian, maupun implementasinya.
5. Biaya Lebih Rendah
Apakah kamu tahu bahwa bisnis digital justru lebih murah biayanya dibandingkan dengan bisnis konvensional? Yap, bisnis digital cenderung mampu menekan budget khususnya pada pembiayaan sewa tempat, transportasi, hingga listrik.
3 Tantangan yang Dihadapi Bisnis Digital
Sekalipun bisnis digital memberikan banyak inovasi bisnis, tetapi tentu saja memiliki tantangan tersendiri. Jaringan internet adalah kunci keberhasilan bisnis digital. Jika jaringan internet tersebut mati, tentu saja bisnis digital akan ikut tak bernyawa. Berikut ini 3 tantangan yang dihadapi bisnis digital:
1. Keamanan Cyber
Tantangan pertama yang harus dihadapi bisnis digital adalah keamanan cyber. Data para pengguna website maupun aplikasi berisiko besar terkena serangan hacker. Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
2. Privasi Data
Berkaitan dengan tantangan pertama, privasi data pengguna website maupun aplikasi sangat riskan dicuri. Alhasil, website maupun aplikasi untuk kebutuhan bisnis digital pun harus memiliki peraturan perlindungan data yang paling mumpuni.
3. Tren Teknologi yang Cepat
Teknologi akan selalu berkembang setiap harinya. Perubahan dan perkembangan ini berlangsung cepat sehingga pelaku bisnis digital harus selalu update tentang teknologi baru. Hal tersebut supaya tetap dapat beradaptasi dengan situasi teknologi terkini.
Baca Juga: Fintech Adalah - Pengertian, Jenis, dan Contoh Perusahaannya
Jenis-Jenis Bisnis Digital Beserta Contohnya
1. Toko Online dan Pasar Online
Toko online biasanya berada dalam pasar online yang hanya menjual produk atau jasa dari sebuah perusahaan. Sementara pasar online adalah platform e-commerce yang menyediakan ruang virtual untuk toko online tersebut.
Contoh e-commerce yang saat ini tengah populer adalah Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan lainnya.
2. Layanan Cloud
Jenis bisnis digital ini berfokus pada penyimpanan data, hosting website, maupun komputasi awan berbasis server. Saat ini, layanan Cloud yang tengah populer adalah Google Drive, iCloud, One Drive, dan lainnya.
3. Konten Digital
Bisnis ini berfokus untuk menghasilkan konten blog, konten audio, maupun konten video.
4. Pendidikan Digital
Bisnis yang menyediakan layanan pendidikan online. Mulai dari kursus daring, diklat daring, kelas daring, webinar, hingga platform pembelajaran elektronik.
5. Konsultasi & Pemasaran Digital
Jenis bisnis digital ini biasanya disediakan oleh agensi digital dan berfokus pada pemasaran digital. Kegiatannya berupa SEO, periklanan online, pemasaran sosial media, dan lainnya.
Salah satu tren gaya hidup yang muncul seiring berkembangnya zaman digital adalah menanam saham dapat secara digital. Yap, investasi pun dapat hanya melalui aplikasi di smartphone saja, yakni dengan InvestasiKu.